Kamis, 26 Januari 2012


SU’UDZON dan LOGIKA

            Menanggapi sesuatu kejadian yang dilakukan oleh orang lain janganlah dengan bersu’udzon dulu. Telusurulah siapa yang bersalah jangan yang tidak berdosa di tuduh jahat.
            Siluman itu adalah Jin. Jin itu mahkluk yang menurut Al-Qur’an diciptakan dari api, manusia dari tanah dan malaikat/khadam dari nur/cahaya. Jin itu bias berada di mana-mana, di darat, di air, di laut, di kawah gunung, di langit, dan lainnya.
            Kerajaan Siluman yang ada di Laut Kidul dengan ratunya yang kesohor telah berada sejak zaman nenek moyang, orang Sunda dan Jawa. Karena Siluman itu hidup, dan setiap yang hidup pasti mati ( kulu nafsin dalikatul maut ). Jadi menurut logika, Ratu Kidul yang sekarang ini adalah keturunannya dari Ratu Kidul nenek moyangnya. Siluman/Jin itu suka meniru manusia dan meniru binatang. Pada zaman dulu di Sunda dan di Jawa ada raja-raja manusia yang mesih primitif. Untuk memecahkan masalah-masalah yang ajaib-ajaib, misalnya wabah penyakit, tanaman tidak menghasilkan, nelayan tidak mendapat ikan, dan lain kesusahan, maka raja mengangkat dukun alias pendeta. Jabatan pendeta ini lumayan,  terhormat dan mendapatkan pasilitas memuaskan. Si pendeta itu lalu berfikir dan mengetahui ada hal-hal yang membuatnya tak bisa dilawan, yaitu matahari, laut, gunung berapi, air banjir, dan sebagainya. Karena tidak bisa dilawan ia pun takut, ia lalu membujuk yang tidak bisa dilawan itu agar tidak marah, yaitu dengan memberikan sajian-sajian makanan dan lebih primitif lagi mengurbarkan nyawa manusia begitulah ritual terjadi dan di setujui Iblis.
            Ketika raja-raja manusia beralih ke Agama Islam banyak raja-raja dan ratu-ratu Siluman yang beralih ke Agama Islam.
Persembahan-persembahan dilarang !
Iblis terkejut !
            Bagi yang kebakaran jenggot si Iblis segera memanggil anak buahnya, tukang sihir, dukun-dukun teluh, dan dukun-dukun ritual menyembah Iblis.
            “ kalian tidak boleh kalah ! jalan tteerrruuussss ! seolah-olah tak ada yang berubah.
Jangan dengarkan adzan ! …. Dsb.
            Maka di tempat keramat timbul dua aliran : Yang satu benar-benar ziarah kepada ulama penyebar Agama Islam. Aliran lain yang lebih banyak di kunjungi adalah kepada keramat Iblis, yang menjanjikan kekayaan di tukar dengan Arwah manusia. Saya dengar dari orang yang pulang dari gunung Kawi.
 Siluman itu adalah  Jin dalam bahasa kita dan Jin ini berada di mana-mana jadi di dasar laut pun ada kerajaan Siluman karena Ratu Kidul itu bersahabat dengan raja-raja manusia tentu saja mereka beralih ke Agama Islam. Sebagai orang Islam Ratu Kidul akan marah jika di agung-agung seperti Iblis. Lagi pula laut kidul itu sangat luas tentunya bukan cuma ada satu kerajaan tetapi banyak karena itu ratu-ratunya punya nama masing-masing misalnya : Ratna Sari, Ratna Sumirat, Ratna Suminar, dll.
Pakailah Logika ! pemberian makanan sekedar untuk persahabatan anatara manusia dan Siluman taka da salahnya asal jangan diembel-embeli dengan permohonan. Misalnya manusia memberi makan ayam apakah manusia itu menyembah ayam ? Iblislah yang menyesatkan pikiran orang-orang awam, sehingga tidak mau menggunakan Logika. Iblis menakut-nakuti orang terhadap Siluman padahal Iblislah yang harus dimusihi.
Di Gunung Gede pada waktu Maghrib ada orang yang diberi uang dua ratus ribu rupiah oleh Siluaman. Ternyata uang itu asli dan dapat di belanjakan. Sejak itu kalau Maghrib banyak yang mendaki Gunung Gede siapa tahu bertemu lagi dengan siluman yang baik hati itu. Persahabatan dengan Siluman tidak aneh sudah ada sejak zaman purbakala. 

Siluman itu takut kepada manusia. Kalau Siluman Islam Shalat berjamaah dengan manusia, manusialah yang selalu menjadi imam. Sampai sekarang masih banyak orang awam yang gemetar, rerinding ketakutan jika mendengan nama Nyi Rara Kidul. Saya merasa kasihan kepada Ratu Kidul yang dihina Iblis, sehingga dimusihi manusia. Padahal Iblislah musuh manusia dan Jin/Siluman, di Kerajaan Laut Kidul ada Mesjid yang bernama ………. (sebaiknya tak usah saya tulis takut di cemo’ohkan oleh Iblis dan antek-anteknya, tukang sihir, dan sebagainya ). Mungkin di antara pembaca sudah ada yang pernah Shalat di masjid itu. Berfikirlah dengan Logika bukan dengan Su’udzon. Bedakan mana Iblis yang tidak berupa, mana Jin/Siluman yang makhluk, mana Hantu yang arwah gentayangan, mana Alam Siluman dan mana Alam Manusia. Karena Iblis itu tidak punya bentuk maka ia masuk kedalam tubuh binatang di alam manusia.   
Yang mengetahui seluk beluk sesuatu Bangsa adalah Bangsa itu sendiri. Imajinasi yang menggambarkan Nyi Rara Kidul naik kereta kencana di seret empat ekor kuda melayang di atas laut lalu kecebur, hahaha …. Hahaha .. kasihan basah kuyup. Imajinasi itu adalah jiplakan dari Barat, di samakan dengan Sinterklas yang naik kereta diseret oleh sebarisan rendeer (rusa kutub).
Jangan Taklid ! berfikirlah dengan otak sendiri ! sekarang zaman sudah jauh lebih maju. Di zaman Nabi Sulaeman saja para Jin sudah bisa memindahkan Istana Ratu Balkis (Sheba). Manusia ketinggalan jaman, baru bisa bikin Roket menjelajah langit. Zaman sudah modern, kok masih berfikiran kuno, mestinya Nyi Rara Kidul itu naik Petterbujin (pesawat terbang buatan Jin/UFO).    

Bacalah Buku Legenda Misteri : SENAPATI RAGAMAYA !
            Bacalah juga buku Modern Misteri PETTERBUJIN I dan II !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar