PENGALAMAN YANG SESUNGGUHNYA
Lolos
dari Cekikan Iblis
Tuyul sering
digunakan Iblis untuk mencuri uang recehan.
Ada satu
peristiwa yang sangat mengerikan yang kami alami di sebuah ruman kost yang
pemiliknya menyembah Iblis (seorang perempuan). Walaupun di tembok pagar depan
penuh di tulisi “ Rumah Iblis “, “ Rumah Hantu “, “ Rumah Setan “, dan lainnya,
tetapi kami waktu itu tidak percaya. Persangkaan kami tulisan-tulisan itu hanya
tulisan tetangga-tetangga yang iri hati terhadap perempuan pemilik rumah yang
kaya itu. Rumah itu bertingkat dua, rumah pemilik kost dan rumah yang di
kostkan berendeng. Kamar atas ada beranda yang bisa melihat kamar tidur
perempuan pemilik kost itu, di bawah ada kamar mandi.
Setiap malam
jum’at saya dan istri saya dapat melihat lewat jendela kamarnya, tempat tidur
pengantin. Di sepanjang galar jendela sebelah luar berderet mangkuk-mangkuk
gelas kecil yang isinya kami tidak tahu. Kami masih tidak peduli, hanya merasa
aneh saja. Mula-mulanya istri saya kehilangan kain yang sedang di jemur,
esoknya hilang juga kebayanya. Kami masih belum heboh adem-adem saja.
Pada suatu pagi
ketika saya ingin mandi dan membuka pintu kamar mandi saya terkejut melihat
tumpukan uang logam yang nilainya dua puluh lima rupiah tak satupun yang
nilainya lain. Untung waktu itu adik istri saya sedang menginap. Ia sedikit
memiliki ilmu kebatinan atau ilmu kesaktian. Ia pun segera bertelanjang bulat.
Saya menyuruh dia memasukan uang yang setinggi perut itu kedalam lubang wc.
Saya wanti-wanti jangan sampai ada yang tertinggal sebijipun. Pintu kamar mandi
lalu di tutup. Lama sekali adik istri saya menyeret uang logam itu kedalam
lubang wc. Selama ia bekerja membersihkan kamar mandi, kami tak berani membuka
pintu kamar mandi, kami hanya khawatir. Kurang lebih jam dua belas siang
barulah ia keluar kelelahan dan mandi keringat. Ia sempoyongan dan duduk diluar
kamar mandi sambil terengah-engah. Saya masuk kamar mandi untuk mengontrol
barang kali ada receh yang tertinggal. Kamar mandi benar-benar bersih.
Beberapa hari kemudian istri saya diserang iblis. Si Iblis
mencekiknya dan istri saya berusaha melepaskan cekikan dari lehernya. Istri
saya yang murid cimande, terus berkutat melawannya. Saya segera membawanya
turun ke beranda depan. Tetangga-tetangg berdatangan, tetapi hanya ingin
menonton saja sambil merasa ngeri. Satu RW tumplek memenuhi halaman rumah. Pak
Rt yang belum menikah dan berpropesi sebagai binta film actor laga, rupanya
memiliki ilmu juga yang berusaha mengusir Iblis itu, namaun ia kewalahan juga.
Isri saya sudah lemas dan hampir mati. Waktu itu saya belum mengetahui urusan
supernatural. Hanya mungkin saya sudah punya beberapa putri Siluman yang belum
saya sadari. Saya mendengar bisikan.
Saya segera
mencari taxi dan membawa istri saya ke luar dari rumah penyembah Iblis itu
menuju ke Palasari. Dulu kami pernah kost di situ. Ibu kost yang baik hati itu
segera menyeret tempat tidur ke tengah rumah, sebab semua kamar sudah penuh.
Istri saya ditidurkan di tempat tidur itu. Kami menunggu apa yang akan terjadi
di situ.
Istri saya tidak
kurang suatu apa, ia cuma kecapean dan bermandikan keringat. Ia tersenyum dan
bangkit. Karena ia seorang yang gagah berani, hari itu juga ia kembali ke pusat
kota dan masuk ke rumah perempuan pemilik kost itu. Dan ia melihat di kamar
pengantin suami si pemuja Iblis itu sudah mati dengan mulut menganga, mata
melotot, kaki dan tangannya meregang ke atas.
Selsasi
# Baca juga kisah-kisah nyata berikut ini :
1.
Dua orang tentara Siliwangi
yang diselamatkan Putri Siluman.
2.
Orang America lawan Raja
Siluman di kompleks villa.
3.
Orang yang bermukim di Kerajaan
Siluman di kebun Raya Bogor kembali ke kampungnya setelah berusia 40 tahun.
4.
Tukang oncom lawan Sangkrebu.
5.
Orang kampung Tajur pugag
memburu Sangkrebu.
6.
Di bioskop taman senang Jl Pagarsih
dulu ada Siluman yang mengungsi dari Pangandaran.
7.
Batu cincin Kecubung yang bisa
berbicara.
8. Iblis yang meminjam binatang Kuda dan Kerbau sebagai Pembunuh buruh Pabrik di Gunung Salak
Dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman yang mengerikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar