SU’UDZON dan
LOGIKA
Menanggapi sesuatu kejadian yang
dilakukan oleh orang lain janganlah dengan bersu’udzon dulu. Telusurulah siapa
yang bersalah jangan yang tidak berdosa di tuduh jahat.
Siluman itu adalah Jin. Jin itu
mahkluk yang menurut Al-Qur’an diciptakan dari api, manusia dari tanah dan
malaikat/khadam dari nur/cahaya. Jin itu bias berada di mana-mana, di darat, di
air, di laut, di kawah gunung, di langit, dan lainnya.
Kerajaan Siluman yang ada di Laut
Kidul dengan ratunya yang kesohor telah berada sejak zaman nenek moyang, orang
Sunda dan Jawa. Karena Siluman itu hidup, dan setiap yang hidup pasti mati (
kulu nafsin dalikatul maut ). Jadi menurut logika, Ratu Kidul yang sekarang ini
adalah keturunannya dari Ratu Kidul nenek moyangnya. Siluman/Jin itu suka
meniru manusia dan meniru binatang. Pada zaman dulu di Sunda dan di Jawa ada
raja-raja manusia yang mesih primitif. Untuk memecahkan masalah-masalah yang
ajaib-ajaib, misalnya wabah penyakit, tanaman tidak menghasilkan, nelayan tidak
mendapat ikan, dan lain kesusahan, maka raja mengangkat dukun alias pendeta. Jabatan
pendeta ini lumayan, terhormat dan
mendapatkan pasilitas memuaskan. Si pendeta itu lalu berfikir dan mengetahui
ada hal-hal yang membuatnya tak bisa dilawan, yaitu matahari, laut, gunung
berapi, air banjir, dan sebagainya. Karena tidak bisa dilawan ia pun takut, ia
lalu membujuk yang tidak bisa dilawan itu agar tidak marah, yaitu dengan
memberikan sajian-sajian makanan dan lebih primitif lagi mengurbarkan nyawa
manusia begitulah ritual terjadi dan di setujui Iblis.
Ketika raja-raja manusia beralih ke
Agama Islam banyak raja-raja dan ratu-ratu Siluman yang beralih ke Agama Islam.
Persembahan-persembahan dilarang !
Iblis terkejut !
Persembahan-persembahan dilarang !
Iblis terkejut !
Bagi yang kebakaran jenggot si Iblis
segera memanggil anak buahnya, tukang sihir, dukun-dukun teluh, dan dukun-dukun
ritual menyembah Iblis.
“ kalian tidak boleh kalah ! jalan tteerrruuussss ! seolah-olah tak ada yang berubah.
“ kalian tidak boleh kalah ! jalan tteerrruuussss ! seolah-olah tak ada yang berubah.
Jangan
dengarkan adzan ! …. Dsb.
Maka di tempat keramat timbul dua
aliran : Yang satu benar-benar ziarah kepada ulama penyebar Agama Islam. Aliran
lain yang lebih banyak di kunjungi adalah kepada keramat Iblis, yang
menjanjikan kekayaan di tukar dengan Arwah manusia. Saya dengar dari orang yang
pulang dari gunung Kawi.
Siluman itu adalah Jin dalam bahasa kita dan Jin ini berada di
mana-mana jadi di dasar laut pun ada kerajaan Siluman karena Ratu Kidul itu
bersahabat dengan raja-raja manusia tentu saja mereka beralih ke Agama Islam. Sebagai
orang Islam Ratu Kidul akan marah jika di agung-agung seperti Iblis. Lagi pula
laut kidul itu sangat luas tentunya bukan cuma ada satu kerajaan tetapi banyak
karena itu ratu-ratunya punya nama masing-masing misalnya : Ratna Sari, Ratna
Sumirat, Ratna Suminar, dll.
Pakailah Logika ! pemberian makanan sekedar
untuk persahabatan anatara manusia dan Siluman taka da salahnya asal jangan diembel-embeli
dengan permohonan. Misalnya manusia memberi makan ayam apakah manusia itu
menyembah ayam ? Iblislah yang menyesatkan pikiran orang-orang awam, sehingga
tidak mau menggunakan Logika. Iblis menakut-nakuti orang terhadap Siluman
padahal Iblislah yang harus dimusihi.
Di Gunung Gede pada waktu Maghrib ada orang
yang diberi uang dua ratus ribu rupiah oleh Siluaman. Ternyata uang itu asli
dan dapat di belanjakan. Sejak itu kalau Maghrib banyak yang mendaki Gunung
Gede siapa tahu bertemu lagi dengan siluman yang baik hati itu. Persahabatan dengan
Siluman tidak aneh sudah ada sejak zaman purbakala.
Siluman itu takut kepada manusia. Kalau
Siluman Islam Shalat berjamaah dengan manusia, manusialah yang selalu menjadi
imam. Sampai sekarang masih banyak orang awam yang gemetar, rerinding ketakutan
jika mendengan nama Nyi Rara Kidul. Saya merasa kasihan kepada Ratu Kidul yang
dihina Iblis, sehingga dimusihi manusia. Padahal Iblislah musuh manusia dan
Jin/Siluman, di Kerajaan Laut Kidul ada Mesjid yang bernama ………. (sebaiknya tak
usah saya tulis takut di cemo’ohkan oleh Iblis dan antek-anteknya, tukang
sihir, dan sebagainya ). Mungkin di antara pembaca sudah ada yang pernah Shalat
di masjid itu. Berfikirlah dengan Logika bukan dengan Su’udzon. Bedakan mana
Iblis yang tidak berupa, mana Jin/Siluman yang makhluk, mana Hantu yang arwah
gentayangan, mana Alam Siluman dan mana Alam Manusia. Karena Iblis itu tidak
punya bentuk maka ia masuk kedalam tubuh binatang di alam manusia.
Yang mengetahui seluk beluk sesuatu Bangsa
adalah Bangsa itu sendiri. Imajinasi yang menggambarkan Nyi Rara Kidul naik
kereta kencana di seret empat ekor kuda melayang di atas laut lalu kecebur,
hahaha …. Hahaha .. kasihan basah kuyup. Imajinasi itu adalah jiplakan dari
Barat, di samakan dengan Sinterklas yang naik kereta diseret oleh sebarisan
rendeer (rusa kutub).
Jangan Taklid ! berfikirlah dengan otak
sendiri ! sekarang zaman sudah jauh lebih maju. Di zaman Nabi Sulaeman saja
para Jin sudah bisa memindahkan Istana Ratu Balkis (Sheba). Manusia ketinggalan
jaman, baru bisa bikin Roket menjelajah langit. Zaman sudah modern, kok masih
berfikiran kuno, mestinya Nyi Rara Kidul itu naik Petterbujin (pesawat terbang
buatan Jin/UFO).
Bacalah Buku Legenda Misteri : SENAPATI
RAGAMAYA !
Bacalah juga buku Modern Misteri PETTERBUJIN I dan II !
Bacalah juga buku Modern Misteri PETTERBUJIN I dan II !